Jambireview.com, Jambi – Misteri pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang (Kacab) sebuah bank di Jakarta, akhirnya mulai terungkap. Polisi menetapkan Dwi Hartono, seorang pengusaha bimbingan belajar online sekaligus motivator asal Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, sebagai aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan tersebut.
Ilham ditemukan tak bernyawa di semak-semak kawasan Serang Baru, Bekasi, pada Kamis (21/8/2025). Kondisi jasadnya mengenaskan, dengan tangan, kaki, dan mata terikat lakban.
Sehari sebelumnya, Rabu (20/8/2025) sore, korban sempat diculik di area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keesokan harinya, warga menemukan jasadnya di Bekasi. Fakta ini mengungkap bahwa kasus tersebut bukan sekadar pembunuhan, melainkan rangkaian penculikan terencana.
Tim gabungan Subdit Jatanras dan Resmob Polda Metro Jaya bergerak cepat dan berhasil menangkap 15 pelaku yang terlibat dalam eksekusi keji ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa penyidikan terus berlanjut. “Kelima belas tersangka masih didalami untuk memastikan peran masing-masing,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Warga Terkejut dengan Sosok Dwi Hartono
Nama Dwi Hartono mengejutkan warga kampung halamannya di Jambi. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok dermawan yang aktif dalam kegiatan sosial.
“Yang kami kenal orangnya humble dan suka membantu. Kami tidak menyangka dia terlibat kasus ini,” ungkap Jay Saragih, warga Rimbo Bujang.
Tiga Klaster Pelaku
Kuasa hukum salah satu tersangka, Adrianus Agau, mengungkap bahwa kliennya hanya menerima perintah menculik korban dengan imbalan uang muka dari total bayaran Rp 50 juta. Para pelaku mengaku terdesak ekonomi sehingga bersedia melakukan aksi tersebut.
Berdasarkan keterangan hukum, polisi membagi peran pelaku ke dalam tiga klaster:
- Pengintai – bertugas memantau aktivitas korban.
- Penculik – menjemput paksa korban di Pasar Rebo.
- Eksekutor – membunuh korban dan membuang jasadnya.
Motif Masih Misterius
Polda Metro Jaya masih mendalami motif utama pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual lain yang ikut memberi perintah.
Hingga kini, motif pasti kasus penculikan dan pembunuhan ini belum dipublikasikan. Polisi memastikan akan menuntaskan penyelidikan agar kasus yang menggemparkan publik ini segera terang benderang.












