Jambireview, Jambi- Dukungan terhadap bakal calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen terus mengalir jelang Muktamar X.
Kali ini datang dari mantan Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman yang secara terbuka menyatakan sikap politiknya. Menariknya, dukungan Evi Suherman justru berbeda dengan pilihan politik DPW PPP Provinsi Jambi dan 11 DPC kabupaten/kota.
Dibawah pimpinan Muhammad Fadhil Arief, PPP Jambi mendukung Muhammad Mardiono yang merupakan pelaksana tugas (plt) Ketua Umum. Muhammad Mardiono sebelumnya merupakan pengganti Suharso Monoarfa yang dipecat lewat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) sebelum Pilpres kemarin.
Evi mengaku memiliki alasan kuat kenapa memilih mendukung Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen. Menurutnya, kedua figure ini merupakan sosok yang layak untuk mengembalikan kejayaan PPP di masa mendatang.
“Kehadiran Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen memberikan harapan baru bagi PPP kedepan. Kita yakin keduanya bisa mengembalikan kejayaan partai ini,” ujar Evi.
Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi ini menyebutkan, Muhammad Mardino sudah diberikan kesempatan untuk memimpin partai. Hasilnya, PPP kehilangan banyak suara yang berdampak pada perolehan kursi parlemen pada Pemilu 2024 kemarin.
“Kita tidak ingin partai ini semakin terpuruk. Kita tau bagaimana hasil Pemilu kemarin, PPP harus terlempar dari parlemen. Kami pikir kesempatan itu sudah diberikan kepada pak Mardiono,” terangnya.
Evi juga mengingatkan kepada kader di Jambi untuk jernih melihat kondisi internal PPP saat ini. Dimana PPP membutuhkan figure yang kuat untuk memimpin partai.
“Jangan sampai PPP Jambi mengambil pilihan yang salah. Dukungan terhadap perubahan tidak terbendung lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Afriyoga Felmi membenarkan dukungan tersebut. “Iya, sepertinya dukungan kepada yang lama (Muhammad Mardiono, red),” ujarnya.
Tidak hanya DPW PPP Jambi, dukungan terhadap Mardiono juga datang dari DPC PPP 11 Kabupaten/kota. Semua sepakat untuk kembali mendukung Mardiono yang saat ini sudah mendeklarasikan diri. “Kabupaten/kota juga. Kita di Jambi satu suara, arahnya kesana,” katanya.
Terkait kinerja Mardiono yang dinilai minus karena gagal mempertahankan kursi Senayan, Afrioga mengaku hal tersebut disebabkan banyak faktor. Karena itu PPP akan berbenah untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
“Kalau saol kursi DPR RI, itu terjadi karena banyak faktor. Tidak berdiri sediri. Yang jelas kedepan kita akan berbenah,” ungkapnya.
Bagiamana jika muncul nama lain jelang Muktamar nanti? Afriyoga mengaku sejauh ini hanya ada nama Mardiono yang sudah mendeklarasikan diri. Meskipun ia tidak menampik ada kemungkinan terjadi dinamika politik jelang Muktamar besok. “Politik itukan dinamis, sejauh ini baru pak Mardiono. Kita tidak tau kedepan seperti apa,” pungkasnya. (***)










