Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menghadiri Festival Budaya Kenduri Sko Lima Desa di Lapangan Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan itu menjadi simbol komitmen pemerintah dan masyarakat menjaga warisan adat Kerinci di tengah perkembangan zaman.
Monadi hadir bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., serta jajaran pemerintah daerah dan tokoh adat.
Turut hadir Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Wakil Bupati Kerinci Murison, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, DPRD, kepala OPD, dan tokoh masyarakat.
Festival mengusung tema “Lestari Budaya Satukan Generasi di Tengah Kemajuan Zaman.”
Kegiatan di ikuti masyarakat Tanjung Pauh Mudik, Punai Merindu, Pancuran Tiga, Sumur Jauh, dan Bukit Pulai.
Ribuan warga memadati lokasi, menciptakan suasana meriah sekaligus memperlihatkan tingginya kepedulian terhadap pelestarian budaya Kerinci.
Rombongan di sambut atraksi pencak silat, pengalungan selendang, serta tarian adat yang mencerminkan penghormatan kepada tamu dan nilai tradisi.
Festival juga menampilkan tari massal Iyo-Iyo, pencak silat massal, dan tari kolosal sebagai wujud pelestarian budaya leluhur.
Dalam sambutannya, Monadi mengapresiasi masyarakat, lembaga adat, dan panitia yang mempertahankan tradisi Kenduri Sko.
“Kenduri Sko bukan sekadar tradisi adat, tetapi identitas masyarakat Kerinci yang harus di jaga bersama,” kata Monadi.
Menurutnya, budaya menjadi perekat persatuan sekaligus kekuatan daerah menghadapi tantangan modernisasi.
Monadi menegaskan Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendukung pelestarian adat melalui berbagai program pembangunan.
Ia menilai budaya menyimpan nilai sejarah sekaligus menjadi modal membangun karakter generasi muda.
Selain itu, pelestarian budaya di nilai mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Monadi mengajak masyarakat menjaga persatuan serta mengenalkan budaya Kerinci kepada generasi penerus agar tetap lestari.
Ia juga mengucapkan selamat atas suksesnya Kenduri Sko Lima Desa yang di gelar setiap lima tahun.
“Semoga tradisi ini terus lestari, mempererat persaudaraan, membanggakan masyarakat Kerinci, serta mendukung kemajuan budaya dan pariwisata daerah,” tutup Monadi. (*)












