Presiden Prabowo Instruksikan TNI-Polri Bertindak Tegas Redam Aksi Anarkis

Jambireview.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk bertindak tegas dalam meredam aksi demonstrasi yang berujung pada penjarahan rumah pejabat serta perusakan fasilitas umum.

Instruksi tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menegaskan bahwa Presiden meminta Kapolri dan Panglima TNI menjaga soliditas demi mengamankan situasi nasional.

“Apabila terjadi pelanggaran terhadap pribadi ataupun pemilik rumah pejabat yang mengalami penjarahan, agar tidak ragu-ragu melakukan tindakan tegas,” ujar Sjafrie di Jakarta.

Fokus Penindakan: Penjarahan Rumah Pejabat

Pemerintah menyoroti maraknya aksi penjarahan yang menimpa sejumlah tokoh dan pejabat negara. Beberapa rumah publik figur hingga pejabat tinggi negara menjadi sasaran, termasuk kediaman Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Peran Intelijen BIN

Selain TNI-Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) juga diminta untuk memantau dinamika lapangan dan melaporkan perkembangan situasi secara langsung kepada Presiden Prabowo.

Jaga Kedaulatan dan Keamanan Rakyat

Pemerintah menegaskan bahwa keamanan rakyat dan kedaulatan Republik Indonesia menjadi prioritas utama. Untuk itu, aparat diberi lampu hijau untuk mengambil langkah tegas, terukur, dan keras apabila unjuk rasa berkembang menjadi kerusuhan atau chaos.

Soliditas TNI-Polri Jadi Kunci

Menurut Sjafrie, soliditas TNI-Polri adalah kunci utama dalam menjaga keamanan nasional agar situasi tetap damai. Pemerintah menekankan bahwa tindakan tegas tidak hanyaPresiden Prabowo perintahkan TNI-Polri bertindak tegas redam aksi unjuk rasa yang berujung penjarahan rumah pejabat dan perusakan fasilitas umum ditujukan untuk melindungi pejabat negara, tetapi juga demi menjaga ketertiban masyarakat luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *