Panen 52 Medali di Fun Swimming, BBSC Jambi Tumbuh Bersama Atlet Muda

Jambireview,  Jambi— Senyum, tawa, dan semangat anak-anak mewarnai Fun Swimming 25 Meter Sprint yang berlangsung Rabu (5/8/2026). Di tengah riuhnya persaingan di lintasan, 17 perenang Berang Berang Swimming Club (BBSC) Jambi belajar satu hal penting: berani tampil dan menikmati proses.

Dari ajang tersebut, para perenang BBSC mengoleksi 52 medali, terdiri dari 21 emas, 20 perak, dan 11 perunggu. Capaian itu menjadi bagian dari pembinaan yang tidak semata-mata berorientasi pada podium, tetapi juga menumbuhkan keberanian dan kecintaan terhadap olahraga renang.

Hasil tersebut melengkapi pencapaian BBSC sehari sebelumnya dalam Kejuaraan Renang Merdeka Sprint se-Provinsi Jambi. Pada ajang itu, klub mengumpulkan 23 medali berupa 11 emas, 5 perak, dan 7 perunggu.

Jika digabungkan, dalam dua hari dan dua kompetisi, para perenang BBSC mengoleksi 75 medali dengan rincian 32 emas, 25 perak, dan 18 perunggu.

Penampilan gemilang ditunjukkan Ruby Almasyiva Lim. Perenang kelahiran 2019 itu menyapu bersih 6 emas dari 6 nomor yang diikutinya. Bagi Ruby, setiap turun ke kolam menjadi kesempatan menikmati atmosfer pertandingan, mengatasi rasa gugup, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Penampilan konsisten juga ditunjukkan Altha Farizqi Gibran. Perenang kelahiran 2017 itu tampil di 4 nomor dengan torehan 3 emas dan 1 perak. Bagi Altha, setiap nomor yang diikuti menjadi kesempatan menguji kemampuan, menjaga fokus, dan menambah pengalaman bertanding.

Perenang termuda BBSC, Yasmin Andara Wira, kelahiran 2021, berhasil meraih 2 medali perak. Meski masih duduk di bangku TK, Yasmin sudah berani tampil di lintasan dan menyelesaikan perlombaan. Keberanian tersebut menjadi pengalaman penting bagi Yasmin untuk membangun rasa percaya diri sejak dini.

Muhammad Alif Al Rosyid, kelahiran 2019, turut memperkuat perjuangan tim dengan menyumbangkan 1 perunggu. Sementara Jazli Muzaffar Akbar, kelahiran 2016, mengantongi 2 perunggu. Bagi keduanya, pertandingan menjadi kesempatan memperkaya jam terbang sekaligus membiasakan diri menghadapi persaingan di lintasan.

Zhafeera Khanza Firdaus, kelahiran 2015, mencatat 4 perak. Sementara Dawa Fathiya dari tahun kelahiran yang sama meraih 1 emas dan 1 perunggu. Bagi atlet usia pembinaan, menghadapi lawan, menjaga fokus, dan menyelesaikan perlombaan merupakan bekal penting untuk perkembangan mereka.

Alfatah Athallah Raharja, kelahiran 2014, juga produktif dengan raihan 2 emas dan 3 perak. Pada kelompok kelahiran 2013, Faezi Tsaqib Akbar menyumbangkan 2 emas dan 1 perunggu. Admiral Fahmi Hakim menambah 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Rizki Hart Shiddiq, kelahiran 2013, turut memberikan kontribusi melalui 1 perunggu. Persaingan ketat membuat Rizki harus mengerahkan tenaga dan konsentrasi penuh untuk mengejar posisi terbaik.

Memasuki kelompok kelahiran 2012, Gibran Ahmad Fajari mencatat 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Zakiyah Zaviranti meraih 1 emas dan 3 perak. Sementara M. Riziq Jamil mengoleksi 2 perak dan 1 perunggu.

Bunga Cendikia, kelahiran 2011, tampil positif dengan 2 emas dan 1 perunggu. Baginya, arena pertandingan menjadi kesempatan menguji ketenangan sekaligus menerapkan hasil latihan di lintasan.

Dari kelompok paling senior, Arib Sapta Utama, kelahiran 2010, turut memperkuat BBSC dengan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Mengikuti beberapa nomor menuntut Arib menjaga kondisi fisik serta konsentrasi sejak awal hingga akhir.

Bagi tim pelatih BBSC, setiap hasil memiliki cerita tersendiri. Ada perenang yang memperoleh banyak medali, sementara lainnya hanya meraih 1. Namun, seluruhnya melewati proses yang sama: berani turun, memberikan kemampuan terbaik, dan belajar menerima hasil.

Tim pelatih BBSC yang terdiri dari Muhammad Dhiya Ulhaq, Muhammad Abduh Pohan, Muhammad Ridho Nasution, dan Endang Sri Hevina menilai kompetisi seperti ini penting bagi perkembangan atlet, terutama mereka yang masih berada dalam tahap pembinaan.

“Kami sangat mengapresiasi anak-anak. Medali tentu kami syukuri, tetapi yang paling penting mereka berani mencoba, berani bertanding dan menikmati prosesnya. Dari perlombaan seperti ini kami bisa melihat perkembangan mereka sekaligus mengetahui apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar tim pelatih.

Menurut mereka, perjalanan atlet usia dini tidak selalu menghasilkan capaian yang sama. Ada kalanya seorang anak tampil sangat baik, tetapi pada kesempatan lain hasilnya belum sesuai harapan.

“Anak-anak tidak harus selalu sempurna. Mereka boleh salah, boleh kalah dan boleh kecewa. Yang penting setelah itu mereka mau belajar dan mencoba lagi. Kami ingin mereka mencintai renang, bukan merasa terbebani oleh hasil,” lanjutnya.

Endang mengatakan pengalaman pertama seorang anak di arena pertandingan sering kali menjadi bagian yang paling berharga. “Berdiri di starting block, mendengar aba-aba, kemudian berenang di depan orang banyak saja sudah menjadi pengalaman besar bagi anak-anak. Dari hal-hal sederhana seperti itu, kepercayaan diri dan mental mereka tumbuh sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Ketua BBSC Wahyu Permana mengapresiasi perjuangan seluruh perenang, pelatih, dan orang tua yang terus mendampingi selama mengikuti kompetisi. “Kami bangga dengan anak-anak. Mereka sudah berani turun dan memberikan yang terbaik. Medali tentu kami syukuri, tetapi pengalaman dan keberanian mereka untuk bertanding adalah sesuatu yang jauh lebih penting untuk perjalanan ke depan,” ujar Wahyu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet BBSC. “Di balik seorang anak yang bertanding di kolam, ada banyak orang yang ikut berjuang. Terima kasih kepada orang tua dan pelatih yang terus mendampingi. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin dan mencintai olahraga,” katanya.

Bagi BBSC, raihan 52 medali di Fun Swimming 25 Meter Sprint bukanlah akhir perjalanan. Setelah podium, masih ada latihan, evaluasi, dan tantangan baru yang harus dihadapi.

Bagi klub, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membentuk atlet muda yang berani tampil, disiplin, percaya diri, dan mencintai renang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *