KIPAN Desak Pencopotan Kakanwil Ditjen PAS Jambi

Jambireview, Jambi- Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) Jambi. Ini menyusul sejumlah persoalan yang mencuat di lingkungan lembaga pemasyarakatan dalam beberapa waktu terakhir.

Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN)  Jambi, Mhd Paizal menyebutkan berbagai  persoalan yang terjadi. Pertama terkait pelaksanaan tes narkoba dan kembali munculnya warga binaan yang positif narkotika.

“Ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jambi,” ujarnya.

Faizal mengatakan bahwa sebelumnya telah dilakuka tes narkoba terhadap sekitar 700 orang di Lapas Narkotika. Belakangan tes itu kembali diulang terhadap sekitar 100 orang di lapas yang sama.

Menurutnya, tes itu memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi dan konsistensi dalam pelaksanaan pemeriksaan. Terlebih setelah sebelumnya beredar informasi adanya dugaan praktik yang tidak transparan dalam pelaksanaan tes tersebut.

“Sebagai organisasi yang bergerak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, kami tentu sangat prihatin jika dalam proses tes narkoba justru muncul dugaan praktik yang tidak transparan. Pemeriksaan seperti ini seharusnya dilakukan secara profesional dan bebas dari kepentingan apa pun,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Faizal, persoalan lain juga muncul setelah adanya temuan sekitar 22 warga binaan di Lapas Sarolangun yang dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Bahkan, lanjutnya, selain tes tersebut beredar informasi adanya empat orang pegawai yang dinyatakan positif dalam pemeriksaan yang dilakukan. Kondisi ini semakin memperlihatkan bahwa pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jambi perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, dengan adanya temuan itu  menunjukkan bahwa pengawasan terhadap peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan masih belum berjalan maksimal. Padahal lembaga pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat pembinaan bagi warga binaan agar terbebas dari pengaruh narkotika.

“Ketika masih ditemukan warga binaan bahkan pegawai yang dinyatakan positif, ini menjadi alarm serius bahwa sistem pengawasan di dalam lapas masih memiliki celah. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak tujuan utama pembinaan,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemberantasan narkoba, KIPAN mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di tingkat pusat untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Kanwil Ditjen PAS Jambi.

Paizal menilai evaluasi tersebut penting untuk memastikan tata kelola pemasyarakatan berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik yang berpotensi merusak integritas institusi.

“Untuk menjaga integritas lembaga pemasyarakatan serta memulihkan kepercayaan publik, kami meminta agar pimpinan Kanwil Ditjen PAS Jambi segera dievaluasi. Jika berbagai persoalan ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan dan tata kelola, maka pencopotan jabatan harus menjadi langkah yang dipertimbangkan secara serius,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak akan berhasil apabila lembaga yang seharusnya menjadi tempat pembinaan justru masih menghadapi persoalan dalam pengawasan internal.

“Perang terhadap narkoba membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul di lingkungan pemasyarakatan harus ditangani secara tegas dan transparan,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *