Jambireview.com, Kerinci – Festival Kopi Kerinci 2026 resmi dibuka Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., di Lapangan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Sabtu (19/9/2026).
Pembukaan Festival Kopi Kerinci 2026 di tandai dengan penyajian 3.805 gelas kopi gratis bagi masyarakat dan pengunjung yang hadir.
Jumlah tersebut melambangkan ketinggian Gunung Kerinci yang mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Dengan konsep tersebut, festival tidak hanya merayakan kopi, tetapi juga mengangkat identitas alam dan potensi perkebunan Kabupaten Kerinci.
Festival Kopi Kerinci 2026 berlangsung pada 19–20 September 2026 dengan menghadirkan kopi, ekonomi kreatif, kompetisi, edukasi, serta seni budaya.
Kegiatan tersebut di ikuti petani, pelaku usaha, komunitas kopi, barista, UMKM, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat dari berbagai daerah.
Selain itu, festival turut di hadiri Gubernur Jambi yang di wakili Kepala Dinas DP3AP2, Drs. Atma Jaya, M.Si.
Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashari, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Di antaranya Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., dan Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika.
Selanjutnya, hadir Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., Wakil Ketua DPRD, anggota DPRD, serta unsur Forkopimda.
Turut hadir Sekda Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, S.P., M.Si., dan sejumlah kepala daerah, pejabat, camat, serta kepala OPD.
Bupati Monadi Dorong Hilirisasi Kopi Kerinci
Dalam sambutannya, Bupati Monadi mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Kopi Kerinci 2026.
Menurut Monadi, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas, dan kerja keras masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan komoditas pertanian agar memiliki nilai tambah dan daya saing.
Kebijakan tersebut di arahkan agar hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat di kembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan demikian, potensi kopi Kerinci diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi petani dan masyarakat.
3.805 Gelas Kopi Jadi Daya Tarik Festival
Sementara itu, penyajian 3.805 gelas kopi menjadi salah satu daya tarik utama Festival Kopi Kerinci 2026.
Ribuan gelas kopi tersebut di suguhkan gratis kepada masyarakat dan pengunjung selama berlangsungnya festival.
Angka 3.805 di pilih sebagai simbol Gunung Kerinci yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Kerinci.
Melalui simbol tersebut, kopi dan kekayaan alam Kerinci di padukan dalam sebuah perayaan yang melibatkan masyarakat.
Selain menikmati kopi, pengunjung dapat menyaksikan berbagai kegiatan yang menggabungkan pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, dan seni budaya.
Generasi Muda Didorong Kembangkan Industri Kopi
Di sisi lain, Bupati Monadi memberikan perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri kopi Kerinci.
Menurutnya, industri kopi membuka banyak peluang bagi anak muda untuk berkreasi sekaligus membangun usaha.
Generasi muda dapat berperan sebagai petani, barista, roaster, pengusaha, content creator, desainer kemasan, hingga pemasar digital.
Selain itu, peluang juga terbuka dalam pengembangan agrowisata dan inovasi produk berbasis kopi.
Karena itu, Monadi mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem kopi yang memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda.
“Jangan sampai kopi Kerinci hanya di kenal karena bijinya, tetapi harus dikenal karena inovasi, kualitas, dan kreativitas masyarakat Kerinci,” tegas Monadi.
Festival Kopi Kerinci Diisi Beragam Kegiatan
Setelah pembukaan, para tamu undangan meninjau berbagai stand peserta barista serta UMKM dan ekonomi kreatif bertema kopi.
Berbagai stand tersebut menampilkan produk kopi dan kreativitas pelaku usaha lokal kepada masyarakat serta pengunjung festival.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan di lanjutkan dengan seminar dan talkshow yang membahas berbagai aspek mengenai kopi.
Festival juga menghadirkan Kompetisi Green Bean dan Kompetisi Manual Brewing V60 bagi para peserta.
Melalui kompetisi tersebut, peserta dapat menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan karakter dan kualitas kopi yang mereka hasilkan.
Selain kompetisi, festival menghadirkan hilirisasi dan lomba kreativitas kopi, pameran, Coffee Experience, serta pertunjukan seni budaya.
Dengan demikian, Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi ruang pertemuan antara petani, barista, pelaku usaha, UMKM, komunitas, dan generasi muda.
Momentum Perkuat Identitas Kopi Kerinci
Lebih lanjut, Bupati Monadi berharap Festival Kopi Kerinci dapat memperkuat identitas Kabupaten Kerinci sebagai daerah pertanian, pariwisata, dan konservasi.
Menurutnya, festival tersebut di harapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan diajak membangun ekosistem kopi yang kuat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat identitas dan citra Kabupaten Kerinci,” kata Monadi.
Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Kerinci Monadi secara resmi membuka Festival Kopi Kerinci Tahun 2026.
Festival yang berlangsung di Lapangan M10 Kayu Aro tersebut menjadi perayaan kopi sekaligus promosi potensi ekonomi kreatif Kabupaten Kerinci.
Dari kaki Gunung Kerinci setinggi 3.805 MDPL, festival membawa pesan bahwa kopi Kerinci berkaitan dengan petani, alam, budaya, kreativitas, dan masa depan ekonomi masyarakat. (*)












