Polres Kerinci Amankan 7 Warga Diduga Pelaku Kericuhan Demo PLTA KMH Kerinci

Jambireview.com, Kerinci – Polres Kerinci menahan tujuh orang warga Desa Pulau Pandan yang diduga terlibat dalam aksi demo ricuh menolak pembangunan Waduk PLTA Kerinci Merangin Hydro (KMH). Penangkapan dilakukan setelah para demonstran melempari aparat kepolisian saat mengamankan aksi di kanal pintu air bendungan PLTA, Kamis (21/8/2025).

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, membenarkan adanya penahanan tersebut. Namun, ia belum menjelaskan secara terperinci alasan penahanan para pelaku. “Benar, ada penangkapan. Nanti akan kami sampaikan keterangan lebih lanjut,” ujarnya singkat, Jumat (22/8/2025).

Tujuh Orang Diamankan

Hingga siang hari, tujuh orang berinisial M (61), W (61), FS (48), P (41), J (38), T (57), dan MH (55) berhasil diamankan tim opsnal Satreskrim Polres Kerinci. Seluruhnya langsung dibawa ke Polda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan tidak hanya dilakukan di rumah warga, tetapi juga di sawah hingga area ladang. Tim bergerak sejak Kamis malam hingga Jumat pagi untuk menelusuri para pelaku yang disebut sebagai provokator aksi.

Dugaan Pemerasan dan Penghambatan Investasi

Selain melakukan perlawanan terhadap aparat, kelompok tersebut diduga meminta kompensasi hingga Rp300 juta per kepala keluarga (KK) kepada pihak PLTA. Tuntutan ini dinilai sebagai bentuk pemerasan dan penghambatan investasi pembangunan yang sedang berjalan.

Pemerintah menegaskan pembangunan PLTA KMH dilakukan untuk kepentingan umum, sesuai amanat UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berhak menguasai bumi, air, dan udara untuk kemakmuran rakyat

Reaksi Warga

Sejumlah warga yang diamankan diketahui berprofesi sebagai petani hingga wiraswasta. Sebagian warga menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perjuangan menuntut keadilan agar masyarakat tidak dirugikan akibat proyek PLTA.

“Kami hanya menuntut keadilan. Jangan sampai masyarakat dirugikan dengan adanya proyek PLTA ini,” kata salah seorang peserta aksi.

Namun, ada pula warga lain yang menilai tuntutan kompensasi itu sudah kelewat batas dan menjadi bentuk pemerasan. “Semoga aparat tidak hanya mengamankan warga yang ikut-ikutan, tetapi juga aktor utama di balik aksi ini,” harap salah satu sumber.

Pemerintah Diminta Tegas

Proyek pembangunan PLTA KMH Kerinci dinilai berdampak positif bagi pasokan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah diminta bertindak tegas agar pembangunan berjalan lancar dan tidak hambatan untuk kedepannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *