Jambireview, Jambi- Setelah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat, perbaikan Jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo akhirnya mendapat kepastian. Ruas yang mengalami kerusakan cukup parah itu telah masuk dalam program penanganan tahun 2026.
Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah proses pengusulan dan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jambi serta Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut Edi, dukungan anggaran melalui program tahun ini menjadi langkah penting untuk menjawab persoalan akses masyarakat di wilayah tersebut.
“Jalan Padang Lamo ini sudah kita perjuangkan sejak awal. Alhamdulillah sekarang sudah dianggarkan dan insyaallah pengerjaannya dimulai tahun ini. Jadi ini sudah kita pastikan dan akan terus kita kawal sampai pekerjaan benar-benar berjalan di lapangan,” kata Edi Purwanto, Senin (24/8/2026).
Edi menjelaskan, kondisi Jalan Padang Lamo selama ini cukup mengganggu aktivitas warga. Selain digunakan untuk mobilitas harian, ruas tersebut menjadi akses utama pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.
Jalur ini juga memiliki posisi strategis karena menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tebo sekaligus menjadi alternatif menuju Dharmasraya, Sumatera Barat.
Dengan fungsi tersebut, pembenahan Jalan Padang Lamo dinilai memiliki dampak lebih luas dibanding sekadar meningkatkan kenyamanan berkendara. Infrastruktur yang layak diharapkan dapat memperlancar arus barang, membuka akses antardaerah, serta mengurangi beban biaya transportasi masyarakat.
Perhatian Edi terhadap ruas tersebut telah disampaikan dalam sejumlah pembahasan dengan pemerintah pusat. Pada April 2026, legislator PDI Perjuangan itu mendorong Kementerian Pekerjaan Umum agar kondisi Jalan Padang Lamo mendapat penanganan serius.
Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk memasukkan ruas tersebut ke dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) turut melakukan sinkronisasi dan menyiapkan persyaratan administrasi maupun teknis agar dukungan pembiayaan melalui APBN dapat direalisasikan.
Edi menyebut masuknya Jalan Padang Lamo dalam program 2026 merupakan hasil sinergi sejumlah pihak. Namun, tersedianya anggaran bukan menjadi akhir dari perjuangan.
Ia meminta proses pelaksanaan turut mendapat pengawasan sehingga pekerjaan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan menghasilkan konstruksi yang berkualitas.
“Yang penting bagi kita bukan hanya anggarannya ada. Kita ingin pengerjaannya nanti berjalan dengan baik, kualitasnya dijaga dan betul-betul menjawab persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil pembangunan nantinya benar-benar dirasakan warga, terutama dalam memperlancar distribusi komoditas pertanian dan perkebunan.
“Saya berharap dukungan semua pihak. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD dan masyarakat mari sama-sama kita kawal pekerjaan ini. Kita ingin apa yang sudah diperjuangkan dan dianggarkan ini benar-benar terlaksana dengan baik, selesai dengan kualitas yang baik, dan yang paling penting manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (***)












