Jambireview.com, Kerinci – Kerinci dan Kota Sungai Penuh tetap menikmati pasokan listrik relatif stabil saat blackout melanda sebagian besar wilayah Sumatera pada Mei 2026.
Keberlangsungan pasokan listrik tersebut di dukung oleh operasional PLTA Kerinci Merangin Hidro (KMH) yang terhubung ke sistem kelistrikan Sumatera.
Gangguan listrik besar terjadi setelah adanya masalah pada jaringan transmisi tegangan tinggi yang memengaruhi sistem interkoneksi Sumatera.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah provinsi di Sumatera mengalami pemadaman listrik dengan durasi yang bervariasi.
Di tengah kondisi tersebut, Kerinci dan Sungai Penuh berada dalam posisi yang lebih baik di bandingkan banyak daerah lainnya.
PLTA Kerinci Merangin Hidro tetap beroperasi dan berkontribusi menjaga pasokan energi bagi wilayah sekitar serta mendukung pemulihan sistem.
Keberadaan pembangkit listrik tenaga air tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan energi regional.
Meski demikian, sebagian pelanggan di Kerinci dan Sungai Penuh di laporkan masih mengalami pemadaman bergilir pada beberapa lokasi.
Pemadaman terbatas itu di lakukan sebagai bagian dari pengaturan beban selama proses normalisasi jaringan kelistrikan Sumatera.
Pihak PLN menjelaskan bahwa daya listrik dari PLTA KMH tidak hanya di alokasikan untuk kebutuhan lokal.
Energi yang di hasilkan juga di salurkan ke sistem interkoneksi Sumatera guna membantu mempercepat pemulihan pascablackout.
Kondisi ini menunjukkan peran strategis PLTA Kerinci Merangin Hidro dalam mendukung keandalan pasokan listrik di Pulau Sumatera.
Selain menopang kebutuhan daerah, pembangkit tersebut kini menjadi salah satu aset penting dalam sistem energi regional.
Keberhasilan menjaga pasokan listrik saat blackout menjadi bukti meningkatnya kapasitas infrastruktur energi di Kerinci dan Sungai Penuh.
Dengan hadirnya PLTA KMH, wilayah Kerinci tidak lagi hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga berperan sebagai daerah penyangga kelistrikan Sumatera. (*)












